Aku sedih Bukan Lantaran sedih,tetapi aku sedih lantaran aku tidak dapat sedih.
Hasrat gila untuk bersatu denganMu telah membakar diriku, sementara dadaku bergelora dengan Hasrat dan Keinginan.
Sesungguhnya engkau memberikanku makanan utama...... kini mengapa engkau meninggalkanku kasih, diantara manusia.
mengapa sejak semula engkau peduli denganku jika akhirnya engkau memenjarakanku,memperbudakku dan menawanku....
Katakanlah apa atau siapa diriku, dan mengapa dengan siksaan perlahan-lahan seperti ini engkau menarikku kepadaMu.
Wujud dunia ini tanpamu taklebih hanyalah sebuah penjara, sementara hidup denganmu bahkan dineraka sekalipun adalah suatu surga penuh dengan kebahagiaan.
anak panah kesedihan tepat mengenai kalbuku, dan dari mana belenggu kemurunganmu menjebakku. berapa banyak lagi anak panah kau lepaskan kekalbuku yang malang dan sampai kapan ku harus terbelenggu.
wahai aku tidak gila tapi hanya mabuk, kalbuku sadar betul dan amat bening.
satu-satunya dosa dan kesalahanku adalah dengan tidak tahu malu menjadi kekasihnya. Dipermalukan dan digairahkan oleh cinta pada kekasih yang pintu gerbangnya tak pernah kutinggalkan.
Bagaimana gagasan ikhwal keutamaan bukanlah suatu keburukan.
Bagiku, apa yang engkau pahami sebagai kerusakan ialah kesejahteraan dan keselamatan.
Barang siapa mencintai tuhan segala tuhan dengan hanya memilihnya untuk dirinya sesungguhnya adalah suci dan tak berdosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar